kemu kumur, gurah;
ngemu berisi, memuat;
dikemoni dibersihkan dg air (ttg mulut);
kekemu bersih-bersih mulut menggunakan air
kemucing kemoceng
kemudha alas duduk pengantin yg dipertemukan
kemudhi kemudi;
dikemudhèni dikemudikan, dipimpin oleh
kemuku suam-suam kuku, hangat
kemukus 1 keluar asapnya; 2 nama rempah-rempah
kemul selubung, selimut;
kemulan memakai selimut;
akemul memakai selimut
kemumu sejenis tumbuhan sebangsa talas, kemumu
kemunah 1 daya upaya, reka daya; 2 budi daya
kemuning kemuning, Murraya panienchatu
kemunjitan bungsu
kemuriten geregetan sekali/tidak sabar, jengkel sekali
amuk, amuk-amuk dl kemut-kemut (gerak mulut mengunyah)
ga KN kemungkinan juga
jalal Ar kemuliaan Allah
jur, njur cak kemudian, lalu
jut, njut dl kemudian
kamirahan K kemurahan, kelimpahan
palal KN kemurahan, kurnia Tuhan
setir KN kemudi
nyetir mengendalikan motor dsb, menjalankan (ttg mobil)
tandra ar kemudian, lalu
wangwang ar kemudian, lalu, selanjutnya
abané dl mungkin, kemungkinan, mengenali suaranya seperti ...
ambok dl 1 mungkin, kemungkinan; 2 walaupun;
ambokbilih, mbokbilih apabila
andang dl 1 cepat, kemudian 2 bersamaan dg
anjur dl lalu, kemudian
anjut dl lalu, kemudian
apara ar 1 kemudian; 2 lain
ayak, ayaké KN siapa tahu, kemungkinan, kira-kira;
ayakné semestinya, sepertinya
banjur 1 terus tanpa istirahat; 2 berjalan terus; 3 terus masuk utk tamu; 4 kemudian;
mbanjuraké meneruskan, melanjutkan ttg cerita;
kebanjur telanjur, keterusan;
kebanjur-banjur terus-menerus melakukan kejahatan;
sabanjuré seterusnya, selanjutnya
barus, mbarusan dl KN kemudian, lalu
buri 1 belakang; 2 kemudian; 3 kelak;
memburi ke belakang;
buri-buri (tembé buri) kelak, besok;
buri omah kebun belakang rumah
cahya ar 1 cahaya; 2 sinar muka; 3 kemuliaan
camuning KN pohon kemuning, Murraya paniculata
cut cak lalu, kemudian
cuwik, nyuwik menusuk dg kuku kemudian dicukil
da 1 aksara Jawa ke-6 ( ꦢ ); 2 kemudian
dhapur 1dapur; 2 cagak kemudi1
dlajar, ndlajari KN memberikan kemuliaan
drawina kekayaan, kemuliaan;
andrawina andrawina (pesta makan-makan enak)
embut KN lantas, lalu, kemudian
enthog, enthog-enthog KN nama makanan yg terbuat dr tepung jagung yg dibuat bulat-bulat kemudian ditanak
gelak KN saatnya, kemudian
gerit-gerit lancung KN permainan tradisional, dilakukan oleh lebih dr lima anak perempuan dng cara duduk melingkar, satu anak berada di tengah lingkaran mengedarkan gaco utk diberikan kepada salah satu pemain scr acak dan diam-diam sambil menyanyikan lagu “Gerit-Gerit Lancung”, kemudian anak dalam hentian lagu harus menebak nama pemegang gaco
gobag dul KN permainan serupa gobag sodor, dilakukan oleh sedikitnya sepuluh anak, dng membuat garis panjang kira-kira 10 meter, lebar 1 meter, ujung kiri dan kanan berbentuk bulatan 3 meter, satu anak sbg penjaga keluar dr garis, yg lain semuanya di dalam garis, penjaga mengejar semua anak dng memutari garis, siapa yg tersentuh atau yg tertinggal sendiri di dalam bulatan di dul kemudian berganti menjaga, demikian seterusnya; dhul-dhulan
gulèk lantas, kemudian
guli lalu, lantas, kemudian
jekékal jatuh kemudian segera bangun kembali
jekèkal, jekèkèl jatuh kemudian segera bangun kembali
jèmbrèt, njèmbrèt dl membunyikan ketiak dg cara memasukkan telapak tangan kemudian ditelangkupkan
jernèh dl terus, kemudian
juk, njuk dl lalu, kemudian
jum, dijum(i), dijum-jum 1 ditata kembali, menata; 2 dipilihi kemudian dikumpul-kumpulkan tertata
jupuk, njupuk memegang apa pun kemudian dibawa masuk
kamilurusen semakin menderita atau parah kemudian mati
kamirurusen semakin parah kemudian mati
kancit lalu, kemudian, tidak berapa lama
koncong, dikoncong dipindah ke kukusan kembali kemudian dimatangkan (ttg cara masak beras)
kunang 1 karena; 2 kemudian, lalu
laétulkadar malam turunnya Al-Quran, malam kemuliaan
lai latul kadri malam kemuliaan
lajeng dl K lalu, kemudian
mol, dimol KN dipegang dan digenggam kemudian ditarik (utk pipi);
mal-mol dipegang dan ditarik scr berulang-ulang
mudhi cak KN kemudi
nabuh gambangan KN permainan tradisional menabuh gambangan yg dibuat dr potongan bambu utuh yg dibelah jadi tiga, anak yg akan menabuh menyelonjorkan kakinya, gambang ditata berderet, kemudian ditabuh menggunakan pemukul dr bilah bambu beruas yg diraut
nahan 1 begitu, demikian; 2 lalu, kemudian (dalam crita)
nahen 1 tahan; 2 begitu, lalu, kemudian
neher lalu, kemudian
némbo dl KN buang air besar ditampung dg daun kemudian dibuang
nglarak blarak KN permainan tradisional, menggunakan pelepah daun kelapa yg dinaiki oleh satu orang, kemudian ditarik oleh dua orang atau lebih
ni korèk KN permainan yg dilakukan olehanak-anak perempuan, satu anak berperan menjadi ni korek yg bertugas memegang sapu, mengejar, dan memukul anak-anak lain yg menggodanya, jika terjatuh kemudian dilompati tiga kali sbg tanda kalah
nini-nini katisen KN permainan tradisional, satu anak berperan sbg nini-nini katisen dng posisi jongkok, tangan memegangi lutut, dua anak lainnya memegangi selendang yg dikibas-kibaskan di atas kepala nini katisen sambil berseru “nini-nini katisen, drodog jaluk kemul kemul adem”, lalu nini-nini katisen terlihat gemetar kedinginan, anak-anak lain berlari dan bersembunyi, nini-nini katisen mengejar utk mendapatkan selendang yg hendak dipakai sbg selimut agar tidak kedinginan lagi
nratas menatah hasil nyorek, kemudian dilanjutkan dg mbedah
nyos, mak nyos KN 1 suara besi panas kemudian dimasukkan dalam air; 2 kl terasa énak
onclang KN nama permainan anak perem-puan (dg manik-manik dilempar-lempar ke atas kemudian ditangkap kembali);
dionclang-onclangaké dilempar-lemparkan ke atas kemudian ditangkap kembali (utk senjata), memainkan senjata (tombak, keris)
ontho-ontho KN lauk yg dibuat dr parutan kelapa kemudian dibulatkan kecil-kecil
ontrag KN 1 gempa, gempar (utk bumi); 2 terkejut kemudian susah;
kontrag 1 bergerak-gerak (untuk tanah); 2 gempa, gempar, kerusuhan, huru-hara diontragaké digoncangkan
osèng-osèng KN nama sayur (kangkung, boncis, tahu, dan tempe yg bumbunya bawang merah, bawang putih, cabe diiris-iris kemudian disangrai)
panggel gerak tari berupa tangan diukel kemudian dilihat
panjer, dipanjer KN 1 ditancapkan saja (tiang bendera, tombak); 2 dinaikkan kemudian talinya ditegangkan (utk layang-layang); 3 dibiarkan menyala terus (utk lampu);
manjer 1 sudah melayang di angkasa (utk layang-layang); 2 berada di tengah benar (utk matahari); 3 memasang/mengibarkan bendera;
panjeran sengaja dinyalakan terus (utk lampu);
panjer ésuk bintang yg tampak di waktu pagi;
panjer soré bintang yg tampak di waktu sore;
panjer énjing dlbintang yg tampak di waktu pagi;
panjer sonten dl bintang yg tampak di waktu sore