sebab cak KN sebab, karena;
nyebabaké menyebabkan;
disebabaké disebabkan
amergi K sebab
karan, karané sebab
merga cak sebab
mergi K sebab
amarga sebab, karena
amerga sebab, karena
daruna sebab, karena, oleh krn itu
hètu ar sebab musabab
janglaran cak sebab, sebab musababnya
karana sebab, karena
kerana sebab, karena
krana sebab, penyebab;
krana Allah atas kehendak Allah;
krana alus krn halus tidak terpaksa;
krana becik dg baik tanpa pertengkaran mulut;
krana ngapa krn apa, penyebabnya apa
kranten sebab, karena, penyebab
marga, marga sangka sebab, karena
margi K sebab, sebab
niwanda sebab, karena
sarèhné KN sebab dr
ujer KN sebab, mula, memang
apan ar 1 sebab, karena; 2 jika
awit KN karena, sebab
betèké, betèk-betèké dl KN sebab, karena, krn sangat …
déné 1 kok, datang 2 sebab, karena 3 adapun
dènèng 1 lho kok; 2 sebab apa
déning 1 oleh; 2 sebab; 3 krn
dhadhak, dhadhakan sebab, sebab bertengkar;
gawé dhadhakan membuat bertengkar, membuat masalah;
golèk dhadhakan mencari gara-gara, mancari masalah
garan KN 1 sebab; 2 makanya
karanten dl K karena, sebab
kenang apa mengapa, sebabnya apa, kenapa
kenang géné mengapa, apa sebabnya
keranten K karena, sebab
labet KN 1 bekas; 2 sebab, karena
marma, marmané 1 oleh sebab itu; 2 awalnya
matang sebab;
matangnya sebabnya
mendhuyut KN merunduk ke bawah (utk ranting pohon) sebab kebanyakan buah
menggrik, menggrik-menggrik (menggrak- menggrik) sangat kurus (disebabkan sering sakit)
milaké, milakné dl K oleh krn itu, oleh sebab itu
milakna dl K oleh krn itu, oleh sebab itu
mipit 1 menekan dg batu (kayu) tangkeban (utk membuat minyak kacang, minyak kelapa); 2 ar menindas, sakit sebab tertekan di pekerjaan, menggapit
miyeg, miyeg-miyeg susah sebab beban terlalu berat
mléndo KN 1 tdk meneruskan pekerjaannya; 2 tdk mempan digunakan (sebab tumpul); 3 mengingkari janji
mlinder 1 sakit sebab tertekan keras (bagian bahu); 2 memaksa agar bekerja keras
moga 1 mendadak; 2 dg segera; 3 makanya, sebab itu; 4 seperti, bagaikan
moneng KN selalu rindu (oleh sebab terpesona)
mulakna krn itu, sebab itu, maka dr itu
mulakné dl krn itu, sebab itu, maka dr itu
mulaknéya dl krn itu, sebab itu, maka dr itu
mulana cak KN krn itu, sebab itu, maka dr itu
nalangsa cak KN 1 menyesalkan diri, insaf akan kelemahan dri sendiri; 2 nelangsa, sedih disebabkan teringat peristiwa masa lalu
nalar 1 nalar; 2 perkara; 3 sebab;
dinalaraké dinalarkan, diterangkan penyebabnya;
nalar nalaré sebab-sebabnya
nalirah KN keterangan tentang sebab-sebab perkara
nas KN 1 sudah dianggap kalah (sebab melanggar hukum/syarat permainan); 2 tdk jadi melangkah (mainan), tdk jadi jalan
nèh cak KN memang, sebab
nimita 1 sebab, krn; 2 tanda, tanda pengenal
niskarana tanpa sebab, tdk beralasan
pagému dl KN mengapa, sebab apa
pagéné KN mengap, sebab apa
pampasan KN ganti rugi sebab perang
pencengèh, mencengèh dl KN tampak jelas sebab dekat sekali
pencengoh, mencengoh cak KN tampak jelas sebab dekat sekali
pencengol, mencengol KN tampak jelas sebab dekat sekali
penceno, menceno dl KN tampak jelas sebab dekat sekali
pengkarag, mengkarag dl KN berdiri bulu kuduk sebab takut
perbeng, perbeng-perbeng KN tampak merah mukanya krn akan menangis (sebab susah dsb);
merbeng-merbeng dl tampak merah mukanya akan menangis (sebab susah dsb)
plangkring, mlangkring KN 1 hinggap pada cabang atau ranting dsb (ttg burung, ayam, dsb); 2 berdiri dsb bertumpu di tempat yg tinggi; 3 cak tinggi (ttg harga sebab dinaikkan) karena pembeli tampak sangat senang kepada barang dagangannya;
plangkringan 1 bilahan (kayu dsb) dipakai hinggap burung pada sangkar; 2 kayu (tumpukan bata dsb) yg dipakai hinggap (mendekam) ayam di kandang; 3 tempat yg tinggi yg dipakai meletakkan barang bawaan yg akan digendong, utk hinggapan; 4 duduk di tempat yg tinggi (tidak sopan)
planjer KN bengkak tonjolan daging (seperti biji melinjo atau nangka) di leher belakang atau rahang (sebab bagian badan ada yg sakit wudun, sakit gigi, bengkak mengandung nanah, dsb);
mlanjer terasa sakit pada area tubuh yg bengkak tonjolan, ada bengkak tonjolan, urat terasa tertarik dan kaku;
planjeren terkena bengkak atau tonjolan
pléngos, mléngos KN menoleh berpaling tdk sudi melihat atau memandang (sebab tdk senang, malu, dsb);
mak pléngos seketika menoleh tdk sudi melihat atau memandang
plérok, mlérok KN membelokkan arah mata (sebab tdk senang terhadap, dsb);
mléroki melihat atau memandang dg membelokkan mata, melihat atau memandang memalingkan kepala (melerok)
plèsèd, mlèsèd KN 1 melengser (sebab licin); 2 tdk tepat, menyimpang dr arahnya; 3 salah, tdk menepati, tdk berlaku seperti yg diharap-harap;
mlèsètaké 1 melengserkan, menurunkan; 2 mengesampingkan perkataan (kata-kata);
plèsèdan kata-kata memutar, kata-katanya dipelesetkan
plétré, mak plétré KN seketika melorot (sebab licin);
keplétré terpeleset;
plétra-plétré sering melorot ke bawah
plincut, plincutan KN celingusan sebab malu, malu-malu
plinder, mlinder KN 1 terasa kesal sebab ditekan ttg bahu dsb; 2 terpaksa spy bekerja berat
plonyoh, mlonyoh KN seketika kulitnya mengelupas (sebab terkena air panas dsb)
plucu, mak plucu KN tiba-tiba atau seketika bugil (lukar) sebab pakaiannya melorot lepas
plukèk, mlukèk (mlukèk-mlukèk) KN terasa akan muntah (sebab terlalu kenyang dsb)
polah KN 1 bergeraknya badan atau tubuh; 2 bergerak-gerak badannya (sebab terasa sakit, berusaha terlepas dsb); 3 langkah, daya upaya;
dipolahaké digerakannya;
kakèhan polah banyak tingkah, tingkah lakunya berbeda dr biasa
pongo, dipongo dl KN dimakan (diemut) kemudian dikeluarkan (disemperotkan) sebab panas
poprok KN 1 lemah lunglai sebab sangat capai (tidak bisa melanjutkan atau meneruskan perjalananya); 2 bobrok, rusak (ttg rumah); 3 bangkrut, jatuh (ttg perdagangan); 4 terpaksa meletakkan pangkatnya (haknya, kedudukannya) sebab melarat atau kemiskinannya;
moprok lemah lunglai (duduk pasrah) sebab sangat capai (tidak bisa melanjutkan atau meneruskan perjalanannya);
poprokan mudah rusak
poprokan dl sawah tdk ada yg memiliki, hak punya (sebab ditinggal yg punya atau hak milik, sebab tdk bisa membayar atau melunasi aturan (pajak dsb)
porangen terserang penyakit kremo (ttg sapi, kambing, kerbau), sakit sebab banyak cacing di usus atau organ dalam (ttg hewan piaraan)