unggah-ungguh KN unggah-ungguh, adab berbahasa (dibedakan dg tingkat tutur bahasa: ngoko, kromo, kromo inggil/kromo alus)
prunggu, tata prunggu KN unggah-ungguh (tingkat tutur) atau sopan santun penggunaan bahasa, unggah-ungguh penggunaan huruf besar (aksara murda) ttg aksara Jawa utk menulis nama raja/ratu/barang milik raja/ratu/keluarga ratu
krama istilah menghormat dalam unggah-ungguh bahasa;
krama andhap bahasa yg digunakan orang muda terhadap orang yg lebih tua;
krama désa bentuk ungkapan atau istilah yg biasa digunakan dalam daerah tertentu;
krama inggil bentuk ungkapan yg sangat menghormat;
krama madya bentuk bahasa krama tengah-tengah, digunakan bagi sesama pegawai bawahan krama ngoko istilah-istilah ngoko yg bisa digunakan sbg bentuk krama tanpa mengubah wujudnya;
kramantara krama madya;
krama wenang istilah ngoko yg bersifat netral ya bisa diubah menjadi bentuk krama;
dikramani diajak berbicara dg menggunakan bentuk istilah krama;
dikramakaké diganti dg bentuk atau istilah krama
uncung dl KN anak burung merak (sejenis burung merak)
ungak-ungik KN ragu-ragu, bimbang
ungkag-ungkeg KN 1 keadaan orang menarik dsb dg susah payah; 2 bergerak di tempat, tdk maju tdk mundur (ttg bayi tengkurap); 3 ragu-ragu ketika akan memberi barang kepada orang lain
ungking dl KN berkelahi, bertengkar
unyak-unyuk cak KN kurang sopan, tdk tahu etika
uyeng-uyeng dl KN pusar di kepala
anggah (anggéh) ar kukuh, pernah