wayang 1 wayang; 2 cerita yg diberi wujud rupa tiruan orang yg disebut cerita wayang; 3 orang yg hanya menjadi alat;
mayang memainkan wayang;
diwayangaké dilakukan seperti wayang;
wayangan mengadakan pertunjukan (menanggap) wayang;
wayang bèbèr mori (kain putih) bergambar wayang dipertunjukkan dg digelar kemudian diceritakan;
wayang gedhog wayang yg menceritakan lakon Panji;
wayang golèk wayang yg berwujud boneka (dr kayu);
wayang klithik wayang yg dibuat dr kayu dibentuk mirip wayang kulit utk menceritakan lakon Damarwulan;
wayang kancil wayang yg dibuat dr kayu dibentuk mirip wayang kulit utk menceritakan lakon Damarwulan;
wayang krèbèt mori (kain putih) bergambar wayang dipertunjukkan dg digelar kemudian diceritakan;
wayang krucil wayang kancil;
wayang kulit wayang yg dibuat dr belulang (kulit sapi, kerbau, dsb), menceritakan lakon atau peristiwa pada zaman dahulu (purwa);
wayang madya wayang kulit menceritakan perjalanan di antara zaman dahulu (purwa) dg cerita baru;
wayang potèhi (wayang thithi, wayang cina) wayang golek yg mementaskan cerita/lakon Cina;
wayang purwa wayang kulit;
wayang thengul wayang boneka (dr kayu);
wayang thithi wayang golek utk cerita/lakon dr Cina;
wayang wahyu wayang kulit dg lakon agama Nasrani;
wayang walulang wayang kulit;
wayang wong wayang orang, wayang yg peraganya orang
wayang wuyungan KN tdk teratur tingkah-lakunya, tdk teratur gerak-geriknya (bingung)
wayang, wewayangan KN bayang-bayang
wayangan godhong permainan tradisional, dilakukan oleh anak-anak dng memainkan wayang mirip raksasa atau satria yg dibuat dr daun bendo kering yg polanya dibuat dng menggunakan kuku jari, dimainkan dng iringan tetabuhan dr suara mulut
wayangan suket KN permainan tradisional, dilakukan oleh anak-anak dng memainkan wayang yg dibuat dr rumput jarum yg dianyam mirip wayang satria atau raksasa, diiringi tetabuhan dr suara mulut
caplangan KN wayang bermata kedelen, biasanya diletakkan di simpingan kiri
katongan wayang yg menggambarkan tokoh raja
krèbèt, wayang krèbèt wayang beber
patihan wayang golongan patih
potèhi KN wayang golek Cina
raton wayang kulit yg menggambarkan raja, dewa, dan pandita, berpostur tubuh tinggi dan besar
ruruh wayang yg posisi mukanya menunduk
kuwayangan bayangan, angan-angan
ada, ada-ada KN 1 merintis; 2 ide; 3 permulaan tulisan Jawa; 4 suluk (dalam wayang);
ngadani 1 memulai; 2 mengadakan;
diadani diadakan
ajon, ajon-ajon KN nama unsur joget dalam wayang orang
angkrèk dl KN 1 angkrok, mainan sejenis wayang dr kardus; 2 anggrek
angkrok KN angkrok, mainan sejenis wayang dr karton
antawacana ar suara khas masing-masing wayang
bacangah ar jenis wayang
badhong KN 1 penutup sbg hiasan dada pada wayang dan kuda; 2 praba/hiasan baju wayang seperti sayap yg dipakai di belakang punggung;
bagaspati ar 1 matahari; 2 nama tokoh wayang brahmana dr Pertapaan Argabelah
1bagong Bagong (ttg nama tokoh punakawan dalam pewayangan);
mbagong perawakan gemuk dan pendek
2bagong KN wayang emas
bèbèr dl KN 1 memberitakan/mengiklankan pertunjukan; 2 jenis wayang yg digambar dalam kain;
mbèbèr menggelar pertunjukkan
bléncong KN blencong, lampu wayang
cakil KN Cakil (ttg nama tokoh wayang yg giginya menonjol)
campala KN cempala (nama alat pemukul peti wayang dalam pertunjukan wayang)
cangik KN Cangik (ttg nama tokoh pewayangan abdi wanita);
nyangik seperti Cangik (ttg perawakan kurus dan kecil);
cangik-cangik kurus serta tinggi ttg perawakan wanita
cantrik KN 1 abdi sekaligus sbg murid; 2 nama tokoh dalam pewayangan yg me-layani brahmana;
nyantrik mengabdi, menjadi murid
cempala KN cempala, kayu sbg alat utk memukul kotak pd pertujukan wayang;
nyempala menggunakan cempala
cempurit KN 1 bagian dalam dr gigi dsb; 2 gagang/pengapit wayang, utk memegang dan memainkan wayang;
cempuriten berpenyakit (ttg tanaman)
cepak pisau pahat dng berbagai ukuran dan bentuk, digunakan oleh perajin wayang untuk membuat pola dan det
dhurasi KN 1 durasi; 2 lamanya suatu bunyi diartikulasikan; 3 lamanya waktu utk mengerjakan sesuatu, memerankan adegan, atau beradegan dalam sandiwara, wayang, film, dsb
drona Drona, Druna: nama salah satu tokoh dalam epos Mahabharata, nama salah satu tokoh wayang.
durna 1 bilah kayu pada keranjang; 2 Durna nama salah satu tokoh dalam epos Mahabharata, nama salah satu tokoh wayang
garèng KN gareng (tokoh punakawan dlm wayang)
genukan KN bagian pegangan wayang yg berbentuk cekung
gurda hiasan yg digunakan pd kepala wayang bagian belakang
ilo, ilo-ilo tempat yg gelap dalam panggung wayang;
ngilo-ilo berada di tempat yg gelap
ingkrang nama gerakan dlm wayang
jagadan KN kelir bagian tengah selebar kurang lebih satu depa, berfungsi sbg area gerak wayang
jantur, njantur membaca watak para tokoh dalam perwayangan;
janturan adegan prolog oleh dalang ttg cerita wayang
jejer 1 berjajar; 2 baku, pokok; 3 cerita utama; 4 awal permasalahan yg menjadi bakunya gagasan; 5 sedang berkumpul dan berembuk (ttg wayang);
njejer berdiri tegap;
njejeri 1 menjemur padi diberdirikan, 2 memasang ukiran;
jejeran 1 tiang, patok, 2 padi dsb yg masih ada di sawah atau kebun, 3 keseluruhan cerita dalam pewayangan menurut yg dijajar
jemblung, jemblungan 1 jenis wayang golek yg menceritakan kisah Umarmaya dan Umarmadi/Layang Menak; 2 jenis semangka kecil-kecil
jenggiri nama binatang sejenis harimau dlm cerita pewayangan
kecrèk 1 tiruan bunyi “crèk crèk”; 2 alat yg dipakai dalang utk mengiringi gerakan wayang
klithik nama jenis wayang kulit
kothak 1 petak, kotak; 2 kedokan sawah; 3 peti besar tempat wayang dsb, peti dari papan sbg tempat sabun dsb; 4 tempat utk dandan (ttg ketoprak, wayang orang dsb); 5 tempat sirih;
dikothak 1 dibuat kotak-kotak; 2 dimasukkan ke dalam kotak;
kothakan 1 persegi empat; 2 kotak-kotak (ttg sawah); 3 kotak kecil; 4 apapun yg dimasukkan ke dalam kotak
langen driya sejenis wayang orang
liyepan KN mata wayang yg bentuknya menyerupai bulir padi, msl mata wayang putren, bambangan, dan bayen; gabaha
mangu salah satu karakter wajah wayang Sri Kresna
manguyu menabuh gamelan sebelum pagelaran wayang kulit
melari menggambar atau menatah motif bulu pd wayang
metèhi dl KN wayang Cina
murwakala KN pertunjukan wayang utk tolak bala anak (anak lima laki-laki semua)
naga banda KN 1 nama tembang (syair) yg aturannya seperti tembang bahasa Sansekerta; 2 nama panah milik Setyaki dalam pewayangan
naga pasa KN nama senjata Indrajit (dalam pewayangan) yg berwujud panah
ndelingi menghaluskan bagian tepi wayang dng menggunakan cepak
ndhasari memberi warna dasar putih atau kuning pd seluruh bagian wayang
ndrenjemi memberi titik-titik pd bagian wayang yg sudah diwarnai agar lebih artistik
nggebal menimpa warna pd wayang (msl putih ditimpa dng warna lain) atau memperbarui warna wayang
ngraup mewarnai wajah wayang sesuai karakter (msl merah untuk karakter pemberani, putih untuk karakter halu
ngulat-ulati merias wajah wayang utk mempertegas karakter tokoh
nyawi mengarsir (pd proses pembuatan wayang)
nyemeng memberi warna hitam pd rambut, alis, dsb pd wayang
nyepuh mempertegas warna wayang, dilakukan pd wayang lama atau baru
nyerit menatah motif rambut pd wayang
nyopak menyambung bagian wayang yg sudah putus
pakem KN 1 pakem, pedoman (dalam wayang); 2 kendali;
dipakemi dijadikan pedoman;
makem menjadikan pakem;
makem kendhali 1 mengekang kendali; 2 tdk lepas-lepas; 3 mengurangi dg diam-diam
pancasona KN 1 pancasona; 2 azimat yg menyebabkan tdk mati (dalam cerita pewayangan)
pancawala ar 1 lima anak; 2 anak dr Prabu Yudhistira (wayang)
pandhawa ar 1 lima; 2 putra Prabu Pandhawa (dlm pewayangan), anak berjumlah lima laki-laki semua
pandhuk, pandhukan KN 1 tanpa memakai lipatan (utk wiru kain); 2 tanpa mas kawin; 3 alas utk memahat kulit (wayang, kerajinan, dsb)
panggung(an) KN 1 rumah tingkat (ada loteng); 2 menara; 3 tirai yg sudah disiapkan utk memainkan wayang kulit; 4 dl tempat yg sudah siap utk pertunjukan wayang orang atau sandiwara; 5 dl gantungan burung;
pinanggung digelar/dimainkan, di panggung (utk pertunjukan wayang, sandiwara dsb);
manggung KN 1 seniman yg sedang pentas; 2 berbunyi (utk burung perkutut)
platuk, platukan alat dari kayu yang dipakai dalang utk membuat bunyi ”thok-thok” pada peti wayang
praba ar 1 sinar, cahaya; 2 gambar bayangan atau tiruan sinar (cahaya) yg melingkari kepala atau sekeliling punggung; 3 hiasan wayang di belakang punggung (mirip sayap, tulang iga);
mraba bersinar;
mrabani menyoroti, menyinari
prada bubukan emas (selaka) utk nyungging wayang dsb;
mrada 1 menyungging wayang dsb dg perada; 2 (ngalem) memanjakan yg melebihi kenyataan;
pradan yg diperada, yg sudah diperada, sunggingan perada, hasil memerada sungging (dg bahan sunggingan)
pucuk KN 1 pucuk; 2 puncak; 3 penggolong bilangan bagi benda yg ujungnya runcing (spt jarum, surat, dan senjata api);
mucuk 1 sampai di pucuk, naik di pucuk; 2 mencari bagian tanaman yg muda, pucuk (daun tebu muda); 3 memegang bagian ujung (pemukul dsb) mucuk bung seperti pucuknya rebung;
mucuki 1 mulai mau makan pucuk-pucuknya rumput atau dedaunan, rumput-rumputan (ttg anak sapi, anak kambing, dsb); 2 mulai, memulai, membuka, memberi pembukaan;
pucukan bagian yg pucuk (pohon kelapa, bambu, dsb);
pecucuk 1 yg pertama, yg menjadi sebab; 2 pemuka, ketua, pemimpin (dalam barisan);
layang pepucuk surat penantang perang
pucuk KN bagian gapit wayang paling atas
bagian gapit wayang paling atas
pujangkara ar 1 makhluk (yang melakukan pemujaan atau persembahan); 2 orang yg dikasihi oleh dewa (dalam pewayangan)
punggel KN 1 campung, rompang (ttg pohon, tanaman, dsb); 2 putus, berhenti, tdk diteruskan (ttg cerita, lakon wayang atau pertunjukkan ketoprak, pembicaraan, dsb);
munggel 1 memotong atau memutus pucuknya (ttg pohon, dsb); 2 memutuskan dalam pembicaraan (mengurungkan), menghentikan cerita (ttg mendongeng, mendalang yg sedang memainkan wayang, dsb);
punggelan apa-apa yg sudah dipotong;
apa-apa hasil dalam memotong atau memangkas;
punggelaning rembug inti pembicaraan, akhir dr pembicaraan, kesimpulan pembicaraan